Showing posts with label analisa transaksi. Show all posts
Showing posts with label analisa transaksi. Show all posts

Friday, October 14, 2016

Proses Pencatatan Keuangan

Akun-akun di dalam laporan keuangan merupakan pencatatan yang menandakan bertambah dan berkurangnya dalam nilai aset, kewajiban, ataupun ekuitas pemilik.
Seperti yang sudah dijelaskan di dalam artikel Akuntansi, setiap transaksi didalam akuntansi harus mempengaruhi dua atau lebih akun untuk memastikan persamaan dasar akuntansi bernilai seimbang. Dalam kata lain, dalam setiap transaksi, nilai debit dan kredit harus sama. Persamaan dari debit dan kredit ini menjadi dasar dari sistem catatan berganda (double-entry system).

Sistem catatan berganda ini merupakan dasar sistem akuntansi di seluruh dunia.

Pelajarilah diagram ini dengan hati-hati, dan pastikan kamu mengerti.
Peraturan debit dan kredit 

Langkah-langkah proses pencatatan
Meskipun sebenarnya bisa saja memasukkan informasi transaksi langsung kedalam akun tanpa menggunakan sebuah jurnal. Dalam prakteknya sebagian besar perusahaan memakai 3 dasar dalam proses pencatatan : 
1. Analisa pengaruh setiap transaksi terhadap akun.
2. Masukkan informasi transaksi kedalam jurnal.
3. Pindahkan informasi jurnal ke akun yang sesuai didalam buku besar.

Dokumen keuangan, seperti slip, cek, tagihan, atau struk, merupakan bukti dari transaksi. Perusahaan menganalisa bukti dan menetapkan pengaruh transaksi tersebut kemudian dicatat kedalam jurnal, setelah itu memindahkan pencatatan jurnal kedalam buku besar dengan akun yang sudah terpola.


Jurnal
Setiap perusahaan bisa saja memiliki macam-macam jurnal, tapi sebagian besar perusahaan menggunakan format dasar dari jurnal umum. jurnal umum biasanya terdiri dari kolom tanggal, nama akun dan penjelasan, referensi, dan dua kolom jumlah. Proses pencatatan data transaksi ke dalam jurnal biasa disebut penjurnalan.

Contoh, pada 1 Januari, Mr_Daud menginvestasikan Rp30.000.000 ke BBK Solution, kemudian BBK Solution membeli peralatan komputer Rp14.000.000. Penomoran J1 menandakan kedua transaksi dicatat ke dalam jurnal halaman pertama.

Teknik penjurnalan

Sebuah pencatatan transaksi yang memerlukan tiga atau lebih akun disebut dengan pencatatan gabungan. contohnya pada 1 Januari, Pecal Indonesia membeli gerobak seharga Rp28.000.000 dengan pembelian kas Rp16.000.000 dan setuju untuk pembayaran sisa di kemudian hari Rp12.000.000.

Pencatatan gabungan


Buku Besar
Kelompok akun dalam pencatatan transaksi disebut buku besar. Sebuah buku besar menyediakan neraca untuk setiap akun. Sebagai contohnya, Akun kas menunjukkan jumlah ketersediaan kas untuk memenuhi kewajiban saat ini; Akun piutang menunjukkan jumlah hak yang akan didapat dari pelanggan; Akun utang menunjukkan utang kepada pembeli.

Buku besar


Pengeposan (posting)
Pemindahan dari jurnal menjadi buku besar disebut posting. Posting haruslah disajikan berurut berdasarkan kejadian. Jadi, perusahaan harus memindahkan semua debit dan kredit dari satu catatan jurnal sebelum melanjutkan ke catatan jurnal selanjutnya. Posting harus dibuat berdasarkan waktu untuk memastikan buku besar ter-up-to-date.

Kolom ref. pada buku besar menandakan halaman pencatatan jurnal. Kolom penjelasan di buku besar tidak selalu digunakan, karena penjelasannya sudah ada di jurnal.


Bagan Akun / Chart of Accounts (COA)
Jumlah dan jenis akun-akun berbeda-beda disetiap perusahaan. Jumlah akun disesuaikan dengan jumlah kebutuhan rinci manajemen. Misalnya, manajemen sebuah perusahaan mungkin menginginkan satu akun untuk semua jenis biaya keperluan perusahaan. Perusahan lain mungkin menginginkan akun biaya yang terpisah untuk setiap keperluan, seperti listrik dan air. Sama halnya seperti BBK Solution memiliki akun yang lebih sedikit dibandingkan dengan perusahaan besar seperti Microsoft.

Sebagian besar perusahaan memiliki COA. Bagan ini terdiri dari akun-akun dan nomor akunnya yang menunjukkan lokasi di buku besar. sistem penomoran akun biasanya dimulai dari akun-akun neraca dan kemudian akun-akun laba-rugi.

Bagan akun

Pada bagan diatas terlihat adanya celah dalam urutan penomoran, hal ini bertujuan untuk mengijinkan penambahan nomor akun baru yang dibutuhkan sepanjang berjalannya perusahaan.


Analisa Transaksi
Pelajari analisa transaksi berikut ini dengan hati-hati dan pastikan kamu cukup mengerti, karena jika suatu saat kita harus menganalisa jurnal dari sebuah perusahaan, kita bisa dengan mudah menemukan kesalahan yang ada dan dapat membuat keputusan dengan tepat.











Rincian jurnal dari analisa transaksi diatas.
Pencatatan jurnal umum